Edisi Hari Ini


More

Lima Sektor Saham Siap Dongkrak IHSG Pekan Depan

Posted by : Asia Broker on : Senin, 22 April 2013 0 comments
Asia Broker
Saved under : ,
Dwi Astuti, analis Henan Putihrai Securities memperkirakan, secara sektoral, aneka industri, industri dasar, keuangan, properti dan infrastruktur dapat menjadi pendorong pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan depan. “Sedangkan untuk sektor pertambangan, perkebunan, perdagangan dan konstruksi kemungkinan memiliki momentum penguatan yang masih terbatas,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, akhir pekan.
Dalam sepekan terakhir, 15-18 April 2013, investor asing mencatat posisi net buy sebesar Rp228,9 miliar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibandingkan net sell sebesar Rp1,76 triliun pada periode yang sama pekan lalu. Di pasar obligasi kepemilikan asing di Surat Utang Negara (SUN) hingga 12 April mencapai Rp286,19 triliun atau sedikit meningkat dari posisi awal April Rp281,3 triliun.
Harga emas mencatat pelemahan tajam seiring rencana Siprus untuk menjual cadangan emasnya serta data Produk Domestik Bruto (PDB) China yang di bawah estimasi pasar. Harga spot emas pada perdagangan awal pekan ini melemah tajam hingga menyentuh level US$1.348.21 yang merupakan pelemahan harian terburuk sejak Januari 1980.
Pelemahan itu terjadi seiring dengan laporan data PDB China kuartal pertama 2013 yang sebesar 7,7% atau di bawah estimasi pasar 8% serta lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang mencatat pertumbuhan 7,9%. “Data PDB China yang di bawah ekspektasi tersebut meningkatkan keraguan terhadap pertumbuhan ekonomi global,” ujarnya.
Selain itu, lanjut dia, rencana Siprus untuk menjual sekitar dari cadangan emasnya yang mencapai 13,9 ton untuk memenuhi bail-out juga ikut memberikan sentimen negatif terhadap pergerakan harga emas.
Sementara itu, dari Eropa, masalah krisis finansial yang terjadi pada negara-negara di Uni Eropa seperti Yunani, Portugal, Spanyol dan Siprus masih belum menunjukkan perbaikan yang signifikan. International Monetary Fund (IMF) merilis proyeksi pertumbuhan ekonomi dan menyatakan bahwa secara global prospek pertumbuhan ekonomi meningkat.
IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia pada 2013 dan 2014 masing-masing 3,3% dan 4%, lebih baik dari proyeksi sebelumnya -0,2% dan 0%. Pertumbuhan untuk emerging market and developing economies diproyeksikan mencapai 5,3% pada 2013 dan 5,7% pada 2014.
Sementara itu, lanjut dia, pertumbuhan AS diproyeksikan masing-masing 1,9% dan 3,0% pada 2013 dan 2014. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Uni Eropa diperkirakan mengalami kontraksi 0,3% pada 2013 dan tumbuh 1,1% pada 2014.
Pertumbuhan ekonomi yang negatif pada Uni Eropa menurut IMF tidak hanya mencerminkan lemahnya ekonomi negara-negara kecil anggota Uni Eropa. Kontraksi itu, juga juga menunjukkan lemahnya ekonomi negara-negara inti seperti Jerman dan Prancis. “Kondisi ini menimbulkan keraguan apakah negara-negara inti tersebut mampu memberikan bantuan bagi anggota Uni Eropa yang lain jika dibutuhkan,” imbuhnya.

Tidak ada komentar:

Leave a Reply